Post Page Advertisement [Top]

Hasil gambar untuk dollar

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.289 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot Senin (11/3) sore. Posisi rupiah menguat 0,17 persen dibandingkan penutupan pada Jumat (8/3) yakni Rp14.314 per dolar AS.

Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.324 per dolar AS atau melemah dibandingkan posisi Jumat kemarin Rp14.223 per dolar AS. Adapun, hari ini rupiah diperdagangkan di rentang Rp14.278 hingga Rp14.334 per dolar AS.

Sore ini, mata uang Asia tercatat menguat terhadap dolar AS. Rupee India tercatat menguat 0,31 persen, disusul oleh won Korea Selatan yang menguat 0,23 persen. Kemudian, peso Filipina dan dolar Singapura juga menguat masing-masing 0,06 persen dan 0,04 persen.



Penguatan di Asia juga terjadi pada ringgit Malaysia dengan penguatan 0,01 persen. Sementara itu, dolar Hong Kong terlihat tak menunjukkan pergerakan terhadap dolar 

Hanya saja, beberapa mata uang Asia lainnya terpantau melemah, seperti baht Thailand sebesar 0,01 persen, yuan China sebesar 0,04 persen, dan yen Jepang sebesar 0,06 persen.

Sementara itu, mata uang negara maju bergerak bervariasi. Euro dan dolar Australia masing-masing menguat 0,12 persen dan 0,01 persen, sementara poundsterling Inggris malah melemah 0,13 persen.

Analis Monex Investindo Faisyal mengatakan penguatan rupiah ditopang baik oleh sentimen luar maupun dalam negeri. Dari luar negeri, data pertumbuhan pekerjaan nonpertanian AS (non-farm payroll) yang dirilis pada Jumat lalu terbilang mengecewakan. Menurut Departemen Ketenagakerjaan AS, pertumbuhan pekerjaan pada Februari hanya sebesar 20 ribu pekerjaan atau turun drastis dibanding Januari 180 ribu pekerjaan.

Hal ini tentu membuat pelaku pasar sedikit tidak percaya dengan kinerja ekonomi AS. "Dan ini sebenarnya sentimen sudah terasa sejak akhir pekan lalu," ujar Faisyal kepada CNNIndonesia.com, Senin (11/3).

Sementara dorongan dari dalam negeri diperoleh dari Bank Indonesia yang mencatat cadangan devisa naik dari US$120,1 miliar di Januari menjadi US$123,3 miliar bulan kemarin. "Tampaknya sentimen ini cukup diperhatikan oleh pasar," tambah dia.

No comments:

Post a Comment

Bottom Ad [Post Page]

| Designed by NUARDO